Fokus Pemulihan Umat, Jemaat GPM Nehemia Gelar Sidang Ke-42

Dkn W Nussy GPM Klasis Pulau Ambon 25 Januari 2026 379 kali Fokus Pemulihan Umat, Jemaat GPM Nehemia Gelar Sidang Ke-42 Persidangan ke-42 Jemaat GPM Nehemia

​NEHEMIA – Jemaat GPM Nehemia resmi menggelar Persidangan Jemaat ke-42 yang dipusatkan di Gedung Gereja Nehemia, Minggu (25/1/2026).

Mengusung tema "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM", persidangan ini menitikberatkan pada pemulihan kondisi sosial dan ekonomi umat di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

​​Persidangan Jemaat diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Ny. Ika Tuwankotta. Melalui pembacaan Alkitab Mazmur 147, beliau menyampaikan refleksi teologis mengenai peran gereja di masa kini.

​Pdt. Ika dalam Khotbahnya menekankan bahwa gereja tidak boleh hanya menjadi gedung yang bisu, melainkan harus hadir sebagai sosok "penyembuh" bagi umat yang sedang bergumul dengan luka sosial. 

Beliau menyoroti fenomena judi online, jeratan pinjaman online, hingga keretakan hubungan keluarga sebagai "luka-luka modern" yang membutuhkan sentuhan pelayanan kasih.

​"Pelayanan kita bukan sekadar urusan administrasi atau rutinitas organisasi. Kita dipanggil untuk bekerja secara profesional dan memiliki kepekaan untuk membalut luka batin umat yang sedang hancur hati," tegas Pdt. Ika dalam pesan rohaninya.

 ​Ketua Majelis Jemaat GPM Nehemia, Pdt. Ny. M. Y. Mahulete, dalam arahannya memberikan gambaran terkait  strategis mengenai arah pelayanan jemaat ke depan, melalui penguatan ekonomi ditahun 2026.

Setelah berhasil merealisasikan program beasiswa dan bantuan diagonal sebesar 100%, kini fokus beralih pada kemandirian umat.

​"Fokus kita kini adalah penguatan ekonomi umat melalui pemberdayaan dan pembentukan karakter keluarga agar lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi ke depan," ujar Pdt. Mahulette.

Senada dengan visi kemandirian tersebut, Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon yang diwakili oleh Pdt. Ny. Ika Tuwankotta, menitipkan pesan strategis bagi keberlangsungan generasi muda. 

Beliau mendorong jemaat untuk memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan dan bimbingan karier, termasuk persiapan bagi pemuda yang ingin mengabdi di TNI/Polri.

​Selain itu, Ditekankan pentingnya perlindungan anak dan remaja dari berbagai "penyakit sosial" yang kian marak. Pesan ini sejalan dengan tema besar pemulihan umat, di mana klasis mengharapkan jemaat menjadi garda terdepan dalam membentengi moralitas generasi mendatang.

Sebagai bentuk sinergi antara gereja dan pemerintah, Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena, turut memberikan apresiasi terhadap sinergi Jemaat GPM Nehemia bersama Pemerintah Kota . 

Walikota berharap persidangan ini menghasilkan keputusan yang mendorong jemaat menjadi pelopor dalam pemberdayaan UMKM, menjaga kebersihan lingkungan Teluk Ambon, serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

​​Ketua Panitia, Caroline Lestuny, melaporkan bahwa persidangan dihadiri oleh 204 peserta yang terdiri dari unsur Majelis Jemaat, utusan sektor, dan peserta luar biasa. Sebagai tuan rumah, Sektor Elroi menunjukkan semangat gotong-royong yang luar biasa dalam mempersiapkan acara ini.

​Menutup laporannya, Lestuny  menyampaikan sebuah pantun sebagai simbol semangat kebersamaan:

"Benteng badiri di tepi laut tenang, ombak menyanyi di bawah cahaya. Sidang dibuka dalam doa dan terang, Tuhan jadi benteng dan nahkoda for katong semua."

​Persidangan Jemaat  merupakan  komitmen bersama untuk melayani dengan ketulusan hati, berpegang pada moto GPM: "Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan."


Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin