GPM Klasis Pulau Ambon Gelar Bakudapa Anak dan Remaja Tahun 2024
BADAR Klasis Pulau Ambon
NEHEMIA - Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Pulau Ambon menggelar Bakudapa Anak dan Remaja (BADAR) tahun 2024.
Dibawah sorotan tema " Katong Samua Basudara" kegiatan BADAR berlangsung di Ronawiska Beach dan diikuti sekitar 109 orang, masing-masing 50 peserta yang terdiri dari 2 perwakilan anak dari 25 Jemaat di Klasis Pulau Ambon dan perwakilan dari SLBB Liliani 2 sebanyak 25 orang serta 34 orang Panitia pelaksana dan puluhan undangan.
Ketua Panitia BADAR Klasis Pulau Ambon, Semmy Hatulely mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk pembelajaran dan berbagai pengetahuan antar anak dan remaja dalam pendekatan inovatif serta manyasar isu marginalisasi, kekerasan, intoleransi, kesetaraan gender, disabilitasi, dan inklusi social.
Selain itu, momen ini untuk membangun solidaritas yang inklusif dan inovatif antar anak remaja demi masa depan serta memfasilitasi anak remaja sebagai pemegang hak untuk berbagai pengalaman hidup mereka, serta peran aktif dalam upaya membangun persaudaraan.
Ketua Klasis Pulau Ambon, Pdt. W.Beresaby dalam sambutan pada acara pembukaan mengatakan, Kegiatan Bakudapa anak remaja merupakan momen saling berjumpa dan mengembangkan diri anak-anak juga tempat belajar tentang tantangan zaman yang terus mengalami perubahan.
Baginya, Anak adalah Milik Pusaka Allah yang harus dijaga, dilindungi, dirawat, dibina dengan baik untuk kelak menjadi generasi membanggakan yang memuliakan Allah, bahkan akan menjadi pemimpin gereja dan bangsa di masa mendatang.
Karena itu, anak dan remaja harus memiliki moral dan takut akan Tuhan. Badar dapat menghasilkan generasi gereja yang berkualitas dan pemimpin gereja yang inovatif, kreatif, serta mampu ada di tengah-tengah perubahan zaman untuk memanfaatkan teknologi informasi secara bijak.
Sementara itu, Pj. Walikota Ambon, Boedewin Wattimena mengatakan, Salah satu bentuk pembinaan anak khususnya di lingkup GPM lanjutnya adalah pendidikan formal gereja yakni Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) yang menjadikan anak – anak berkualitas.
"Kalau kita ingin nanti anak ini jadi anak yang berhasil memenuhi ekpektasi sebagai orang yang berguna, maka harus diberikan perhatian lebih, harus disiapkan sejak sekarang, dididik, diasuh, dalam pengenalan akan Tuhan sehingga mereka dapat berhasil untuk kemuliaan nama Tuhan,” kata Wattimena
Olehnya itu kegiatan Bakudapa anak dan remaja, bukan sekedar kegiatan bersenang – senang, tapi juga untuk saling mengenal, berbagi pengalaman dan saling melengkapi satu sama lain.
Diakui Penjabat, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sangat mendukung kegiatan seperti ini yang sejalan dengan prorgam Ambon Kota Layak Anak.
“Pemkot berupaya meningkatkan kualitas kehidupan anak – anak menjadi kota yang layak anak, kota yang dalam eksistensinya memberi ruang untuk anak berkreativitas,” tandas Wattimena. (Web)
