GPM Nehemia Gelar Sidang Jemaat ke-40
GPM Nehemia Gelar Sidang Jemaat ke-40
NEHEMIA - Jemaat GPM Nehemia Menggelar Sidang Jemaat ke-40 Tahun 2024, yang berlangsung di Gedung Gereja Nehemia, Minggu (28/1)
Persidangan Jemaat Nehemia tersebut di bawah sorotan tema “Beritakanlah Tahun Rahmat Tuhan Telah datang dan Kerjakanlah Keselamatanmu”, dengan sub tema pelayanan GPM tahun 2024 “Bersama-sama meningkatkan kualitas hidup sebagai wujud bertumbuhnya keluarga Allah”.
Pdt. Ny. D. Tuasela dalam khotbahnya menghimbau seluruh jemaat untuk bekerja tanpa membangun relasi yang khusus dengan Allah, tanpa membangun hubungan spiritual dengan Allah akan membuat semua pelayanan kita menjadi hambar.
Kita menyakini satu hal, bahwa Gereja ada sampai saat ini dan kita di mampukan melewati tantangan pelayanan yang sangat kompleks ini, itu karena kuasa Allah dan Roh Kudus yang memberikan kekuatan,” katanya
Olehnya kata Tuasela, momentum sidang Jemaat GPM Nehemia ke-40 ini, mari kita duduk bersama, berbicara bersama dan saling mendengar untuk melahirkan program -program dan kegiatan pelayanan di tahun 2024 ini.
Ketua Panitia Persidangan Jemaat ke-40 GPM Nehemia, Ibu Jun Tahitoe melaporkan, pelaksanaan persidangan merupakan momen evaluasi program pelayanan dan memggumuli seluruh tanggung jawab pelayanan di tingkat majelis jemaat, sektor dan Unit di lingkup pelayanan GPM Nehemia.
Peserta persidangan jemaat GPM Nehemia terdiri dari, unsur PHMJ dan Majelis Jemaat, MPK, tim website, tim verifikasi, perwakilan dari masing masing wadah, unit, AMGPM, tim advokasi dan peserta luar biasa, dan unsur lainnya.
Tahitoe menambahkan, biaya persidangan sebesar 72.658.000 yang diterima dari dana, donatur, stimulus dari Jemaat dan sumber sumber yang lain.
Sementara itu, Ketua Klasis Kota Ambon, Pdt. W.A. Bersaby mengatakan, persidangan jemaat GPM Nehemia ke 40 tahun 2024 lebih difokuskan pada peningkatan kualitas iman dan ekonomi umat.
Serta Bersama-sama meningkatkan kualitas hidup sebagai wujud pertumbuhan keluarga Allah, yang menjadi subtema dalam persidangan kali ini, harus dijadikan arah pembahasan bersama guna meningkatkan ketahanan iman demi pertumbuhan keluarga Allah.
Dijelaskan oleh Bersaby, yang pertama adalah peningkatan kualitas iman menjadi dasar bagi seluruh pergumulan gereja dan seluruh gerak pelayanan gereja yang harus dibangun di tengah-tengah jemaat Nehemia dalam meningkatkan ekonomi umat.
Serta Bersama-sama meningkatkan kualitas hidup sebagai wujud pertumbuhan keluarga Allah dan yang menjadi subtema dalam persidangan kali ini, harus dijadikan arah pembahasan bersama guna meningkatkan ketahanan iman demi pertumbuhan keluarga Allah.
Hal lain yang juga penting untuk diperbincangkan dalam persidangan kali ini adalah bersama-sama mempersiapkan umat menghadapi pesta demokrasi di tahun 2024 ini, untuk ditetapkan sebagai keputusan bersama dalam persidangan jemaat GPM Nehemia ke-40 tahun 2024.
Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Majelis Jemaat GPM Nehemia, Pdt. W.J. Liklikwatil, yang pertama sesuai tema dan sub tema yang diusung sangat penting dalam hal Ketahanan berbasis keluarga.
Dimana, Keluarga merupakan lembaga terkecil tetapi terpenting karena landasan bergereja ada pada keluarga. Jika spiritualitas keluarga kuat, maka jemaat kuat, Klasis kuat, Sinode kuat, artinya Gereja Protestan Maluku menjadi gereja yang kuat.
Jadi ketahanan spiritual berbasis keluarga adalah syarat keharusan dalam bergereja.
Perangkat pelayan juga diingatkan untuk perlu melakukan pembaharuan komitmen, supaya tetap semangat dan melayani dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Sebab untuk memperoleh keluarga dengan ketahanan spiritual yang baik, membutuhan pendampingan secara berkelanjutan.
Solusinya adalah pelayanan dan pastoralia yang menyentuh pada keluarga. Perlu ada terobosan dan transformasi pelayanan yang tepat sasaran yakni keluarga. Pelayanan tidak cukup lagi di tingkat unit, sektor, wadah-wadah dan organisasi dan hanya melalui mimbar khotbah minggu, tetapi harus terasa di tingkat keluarga sebagai jantungnya pelayanan GPM. Inilah panggilan pelayanan kita.
Kedua, Ketahanan sosial, lingkungan dan ekonomi.Ini penting, karena sangat perlu menyemangati jemaat untuk giat berusaha sungguh- sungguh. Bekerja memanfaatkan waktu yang ada.
Dia mengingatkan, spiritualitas yang baik akan memicu keluarga yang berkekurangan akan bekerja keras dalam berbagai bidang pekerjaan, sehingga ‘berkecukupan’dan hidup dengan rasa syukur berkelimpahan.
Liklikwatil menegaskan, pendidikan politik sangat penting dilakukan kepada warga gereja. Idealnya, pendidikan politik menjadi efektif jika warga gereja dan warga negara hidup dalam sistem ekonomi yang berkeadilan, merata, pro-pekerjaan, pro-pengentasan kemiskinan, dan pro-kelestarian lingkungan alam. Jika demikian, maka warga gereja akan berpartisipasi dalam pesta demokrasi secara aktif, kritis, cerdas, bebas politik uang dan menggunakan hak pilihnya dengan pintar, cerdas, bijak, dan jujur seperti nilai-nilai Alkitab.
Bahkan di tahun 2024 ini merupakan momen penting yang akan berlangsung agenda politik yakni pemilihan Presiden, Wakil Presiden, Wali Kota, Bupati dan Gubernur. Demikian juga pemilihan Anggota Legislatif pada Kota/Kabupaten, Provinsi, RI dan DPD. Ingatlah, keputusan pilihan kita dalam ‘1-5 menit’ menentukan masa depan kota, kabupaten, provinsi Maluku dan bangsa Indonesia 5 tahun kedepan. Teruslah melakukan pendampingan kepada umat agar berdoa dan mengandalkan Tuhan ketika menggunakan hak politiknya.
“Datang ke TPS-TPS yang tersedia dan memilih, jaga terus persaudaraan dan Persekutuan, walau berbeda pilihan,” tandasnya (Tim Web)
