LAI Bagikan 155.000 Alkitab Melalui Program "Satu Dalam Kasih" 2025
Penyerahan Alkitab
NEHEMIA – Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menyampaikan visi, misi, dan programnya, termasuk inisiatif "Satu Dalam Kasih" (SDK), kepada jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Nehemia. Presentasi yang berlangsung sekitar 7-10 menit ini berfokus pada upaya LAI dalam menyediakan Alkitab bagi masyarakat di daerah terpencil di Indonesia.
LAI memiliki visi agar Firman Tuhan menjangkau semua generasi. Misi LAI meliputi penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa daerah, produksi, penerbitan, dan pencetakan Alkitab serta bagian-bagiannya, serta penyebaran Alkitab ke seluruh pelosok Indonesia. Program SDK berperan penting dalam memenuhi misi ini, khususnya bagi masyarakat yang terkendala akses Alkitab karena faktor ekonomi dan geografis.
Presentasi tersebut menampilkan video yang menunjukkan dampak program SDK, meliputi kegiatan pada tahun 2024 dan rencana untuk tahun 2025. Program SDK telah berjalan lebih dari 20 tahun. Pada tahun 2025, LAI menargetkan pencetakan 155.000 Alkitab untuk didistribusikan ke daerah terpencil. Di Maluku, fokus utama adalah Pulau Seram (Klasis Seram Timur dan Seram Utara, total 32 jemaat, 8.113 eksemplar) dan Pulau Buru (Utara dan Selatan, 59 jemaat, 15.557 eksemplar).
LAI mengajak jemaat untuk mendukung program SDK 2025 dengan berdoa, menyebarkan informasi, dan memberikan donasi. Donasi dapat diberikan melalui amplop berisi formulir dukungan yang dapat diisi dan diserahkan ke kotak donasi yang tersedia atau kepada pendeta/majelis. Donasi juga dapat dilakukan melalui transfer bank ke rekening yang tertera di formulir atau dengan memindai kode QR. Informasi transfer dapat dikirimkan ke nomor WhatsApp yang tercantum. Dukungan rutin dapat dilakukan dengan mengisi data lengkap dan mencentang kotak "Rutin".
LAI juga mengumumkan penerbitan Alkitab Terjemahan Baru ke-2 (TB2) pada tahun 2023. TB2 memperbarui bahasa Indonesia (ejaan, kosakata, dan penerjemahan) yang telah banyak berubah sejak tahun 1974. Kehadiran TB2 didasarkan pada tiga alasan utama: perubahan bahasa Indonesia (misalnya, perubahan makna kata "ganja"), perkembangan ilmu penerjemahan (misalnya, penafsiran yang lebih akurat terhadap Nehemia 1:8), dan penemuan teks-teks kuno (misalnya, pemahaman yang lebih tepat tentang "bukit pengorbanan"). TB2 diharapkan menjadi Alkitab standar bagi gereja-gereja di Indonesia. Jemaat dapat menghubungi LAI untuk memesan Alkitab TB2.
LAI menyampaikan terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan dari jemaat GPM Nehemia, serta mendoakan saudara-saudari seiman di daerah terpencil. Presentasi ditutup dengan salam "Salam Alkitab Untuk Semua".
