Matius 27 : 1 - 10
Renungan Harian
Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yang Bapa anugrahkan bagi kami,
Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Matius 27 : 1 - 10, bagian ini menuliskan bahwa setelah melihat semua imam dan kepala tua tua Yahudi memutuskan hukuman mati bagi Yesus, maka menyesalah Yudas karena trlah menjual gurunya..Penyesalah itu di buktikan Yudas dengan mengembalikan tiga puluh keping uang perak yg diterimanya dari para imam..Akan tetapiereka tidak peduli dengan tindakan Yudas sebab tujuan utama mereka telah tercapai..Yudas akhirnya memeutuskan untuk gantung diri..
Peristiwa ini sangat tragis..Lebih ironis lagi sikap dari para imam kepala dan tua tua Yahudi yg notabene adalah pemimpin agama yg seharusnya menkadi panutan bagi umatnya..Kebencian telah membutakan akal budi dan hati nurani mereka..Dengan kejam mereka memyiksa Yesus..Dengan senyan sinis mereka membiarkan Yudas meratapi dosanya. Dengan picik mereka menggunakan uang darah itu utk membeli tanah..Dengan perasaan bahagia dan bangga, sikap keji mereka telah menggenapi nubuat dari nabi Yeremia.
Sering kita dengar istilah menyesal kemudian tiada guna..Sesal dahulu pendapatan , sesal kemudian tak berguna..Demikianlah pepatah yg mengajarkan kita agar sebelum bertindak atau melakukan sesuatu harus didahului dengan pertimbangan baik baik akibatnya, sebab meyesali apa yg sudah terjadi tak ada gunanya.
Hari ini kita ada dalam minggu sengsara Tuhan Yesus yg ke VI..Diminggu sengsara Tuhan Yesus ini,kita diberikan waktu dan kesempatan utk berefleksi, utk merenungkan pengorbana Tuhan Yesus, bahka utk menindaklanjuti syukur kita lewat sikap hidup kita hati lepas hari..Dan minggu sengasara yg ke VI ini semua pembritaan firman dibingkai dalam tema mingguan "
MAKNAI KESENGSARAAN YESUS, BERLAKULAH ADIL DAN JUJUR.
Firman Tuhan ini mengajarkan kita beberapa hal yaitu..
1.Setia dan taat kepada Tuhan apapun keadaan yg kita alami..Jangan sampai kita menyia nyiakan waktu yg Tuhan berikan bagi kita utk berefleksi, merenung dan kembali kepda jalanTuhan dan menjaga anugrah yg Tuhan limpahkan dalam kehidupan kita..Kita jangan seperti para imam dan tua tua Yahudi yg memutar balikan keadilan dan berlaku tidak jujur terhadap keberadaan Yesus..Kita jangan seperti Yudas yg berubah setia karena terbuai, terlena dengan 30 keping perak..Banyak tawaran 30 keping perak dalam hidup kita, jika tidak hati hati maka kita bisa terseret dalam menjual Yesus ditengah hidup kita.
2..Segera sadar dan menyesal dengan setiap perilaku buruk yang dilakukan. Jangan sampai terlambat, karena penyesalan yang terlambat tidak ada gunanya. Jangan sampai seperti Yudas yang terlambat menyesal dengan kesalahan besar yang ia lakukan, karena akhirnya tali gantung menjadi jalan akhirnya
Yudas menyadari bahwa perbuatannya yang berdosa akan menyebabkan kematian Yesus. Demikian pula perbuatan kita pastilah ada pengaruhnya pada orang lain, entah kebaikan atau keburukan. Banyak hal yang mulai terjadi oleh karena tindakan kita tidak dapat dihentikan sehingga akibatnya yang merusak dan buruk menimpa kita dan juga orang lain. Sangatlah penting untuk menjauhi setiap perbuatan dan rencana yang mungkin mengakibatkan hal-hal yang merugikan.
Kenyataan banyak berbicara di lingkungan kita: akibat terlambat menyesal, pengkhianatan berakhir dengan kehancuran RT (Perceraian terjadi), akibat pengkhianatan, banyak anak-anak yang menyakiti orang tua, karena mengeraskan hati untuk mendengar nasehat, teguran. Karena mengejar kepentingan, orang tua mengkhianati anak-anak dengan menelantarkan anak-anaknya. Karena pengkhianatan terhadap kepercayaan, banyak orang yang menyalahgunakan kekuasaan yang ada, karena pengkhianatan pada kepemimpinan, banyak orang tidak bijaksana dalam mengambil keputusan,
3 Apapun keadaan kita, Tuhan teap menera kita kembali, asalkan kita datang kepadaNya dalam kerendahan hati dan jujur..
Setiap tindakan pasti punya reisko..Jika berperilaku baik,maka resikonya juga baik..Begitupun sebaliknya..
Karena itu jikamdengar suaraNya jangan mengeraskan hati..Sambut anugrahNya lewat setiap bentuk didikan, berkat,teguran, supaya jangan sampai kita menyesal kemudian, karena semunya tidak akan ada gunanya lagi..
Mari kita masuki minggu sengsara Tuhan Yesus yg ke VI ini dalam sikap syukur serta komitmen untuk taat dan setia, adil dan jujur terhadap Tuhan..Percayalah bahwa penyertaan Tuhan sllu nyata dalam kehidupan kita.
Selamat hari minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua,
Shalom.
