Mazmur 10 : 12 - 18

Dkn W Nussy Renungan Harian 09 Februari 2024 1161 kali Mazmur 10 : 12 - 18 Renungan Harian

Selamat pagi semuanya,

Trima kasih bnyk Bapa utk berkat nafas hidup dan hari baru yg Bapa anugrahkan bagi kami,

Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Mazmur 10 : 12 - 18,meneceritakan ttg kejahatan yg dilakukan oleh orang fasik..Mereka menindas org yg lemah dan tak berdaya, berlaku tidak adil kepada anak yatim dan orang yg teraniaya.

Dalam hal ini pemazmur pun bingung, seakan bertanya, “Mengapa Allah berdiam diri ketika kejahatan meningkat?”  Namun di dalam kebingungannya, pemazmur memohon campur tangan Allah untuk mengatasi kejahatan yang kian merajalela itu. Pemazmur tidak frustasi karena keadaan yang terjadi tapi menyadari kelemahan dan kekurangannya, bahwa ia tidak akan bisa merubah keadaan menjadi lebih baik tanpa campur tangan Allah.

Suatu keyakinan iman dari pemazmur bahwa Allah tidak berdiam diri dan bahwa Allah akan bertindak menentang orang-orang jahat itu.. Bahwa pemerintahan Allah yang penuh keadilan dan kasih akan ditegakkan di tengah-tengah dunia.

Pemazmur memohon agar Allah bertindak serta menghukum orang-orang jahat yang mengejek dan menghina kuasa dan kemuliaan Allah. Agar mereka menyadari bahwa Allah tidak berdiam diri atas kelakuan jahat mereka..

Pemazmur yakin bahwa Allah melihat kejahatan orang fasik dan penindasan yang diderita oleh orang-orang lemah. Hingga ia bermohon agar Allah membela perkara orang-orang lemah tersebut. Kesengsaraan umat Allah akan menjadi dasar tindakan Allah terhadap mereka yang jahat.

Pemazmur menghimbau Allah agar Ia menghukum orang fasik dan kelakuannya yang jahat. Agar kedamaian dan sukacita memenuhi bumi.

Jika kita melihat realita yg terjadi, Mengapa orang jahat hidupnya semakin baik..Dari dulu sampai sekarang kita melihat banyak penipu, penindas, pencuri dan orang orang yg culas hidupnya berkecukupan bahkan kekayaan mereka berlebihan..Sebaliknya orang yg jujur dan takut Tuhan, justru hidupnya sengsara..Kita sampai bertanya mengapa Tuhan membiarkan orang orang jahat itu melakukan hal demikian?

Sampai saat ini kejahatan semakin merajalela. Orang-orang fasik atau jahat  bermunculan dan menindas kaum lemah dan umat Allah. Dalam kenyataannya keadilan dikalahkan oleh ketidakadilan, kejujuran dikalahkan oleh ragam penipuan, kasih dikalahkan oleh kebencian dan amarah. Dalam kehidupan ini, seolah tidak ada tempat bagi orang yang jujur dan takut akan Allah. Jika mereka tidak mengikuti arus zaman maka hidupnya akan terlempar ke dalam jurang kesengsaraan, benarkah demikian?

Benarkah Allah membiarkan orang fasik dan kelakuannya yang jahat bertindak semena-mena? Dimanakah Allah ketika kejahatan itu semakin meningkat? Allah kita bukanlah Allah yang mati, atau Allah yang berdiam diri melihat kejahatan merajalela. Tuhan kita adalah Allah yang hidup dan Allah yang bertindak menentang segala bentuk kejahatan.

Allah berada di sekitar kita dan memakai kita baik secara langsung ataupun tidak langsung sebagai alat-Nya untuk menegakkan keadilan dan kasihNya di muka bumi ini. Sebagai umat Allah, kita terpanggil untuk membawa keadilan, kedamaian, dan sukacita di bumi yang kita diami ini. Kita berperang melawan segala bentuk kefasikan dan kejahatan di muka bumi ini. Sebagai umat Allag, kita dipakai untuk menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya.

Tentu tugas yang kita emban itu sangat berat bahkan mungkin kita manganggap kita tidak berdaya. Namun Allah kita yang hidup itu akan menolong dan meneguhkan kita.  Kita harus yakin dan percaya, sama seperti pemazmur bahwa Allah adalah raja  yang berkuasa dan sanggup menegakkan keadilan-Nya. kita juga harus menyadari, bahwa tanpa campur tangan Allah mustahil kita bisa, tapi dengan campur tangan Allah kita pasti bisa melakukannya.

Tetaplah berdoa agar Allah tetap memakai kita menjadi alat-Nya. sebab banyak sekali umat Allah yang tadinya dipakai sebagai alat-Nya justru berbalik menjadi alat dunia. 

Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua,

Shalom.