Roma 7 : 21 - 26
Renungan Harian
Selamat pagi semuanya,
Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yg Bapa anugrahkan bagi kami,
Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Roma 7:21-26, di katakan bahwa Paulus ingin berbuat baik, seturut apa yg terdapat dalam hukum Taurat, tetapi yg jahatlah yg ia lakukan..Ia bukan menerapkan kasih, tetapi ia merasa diri paling benar sendiri..Ia malah mengejar dan mendakwa pengikut pengikut Kristus..Setelah menjadi seorang Kristen pun,Paulus masih terus berjuang melawan kedagingan.Ia kemuadian menyadari bahwa dosa adLah akar dari segala keinginan jahat yg ada dalam dirinya..Paulus menunjukan bahwa meskipun ia ingin mengikuti hukum Allah dan dengan senang hati menyetujui Hukum Allah di dalam batinnya, ia melihat hukum yg berbeda dianggota anggota tubuhnya, yg melawan hukum pikirannya dan menjadikannya tawanan hukum dosa yg ada di dalam anggota anggota tubuhnya..Paulus mengatakan bhwa dirinya adalah manusia celaka..Namun ia bersyukur kepada Allah karena Allah menyelamatkannya..Jadi dengan akal budinya ia melayani hukum Allah, namun kemudian dengan tubuh insaninya, ia melayani hukum dosa.
Pernahkah dalam diri kita ingin sekali berbuat baik, tetapi kenyataannya kita justru melakukan hal sebaliknya, yaitu berbuat jahat..Memang kita pernah mengalami hal demikian..Namun kita diberikan pilihan yaitu memilih apa yg perlu, pantas , berguna dan benar..Diluar itu, tidak usah dipilih..Tanpa kita sadari ada dua kekuatan dalam diri kita..Yaitu melakukan hukum hukum Tuhan, dan yg satunya kekuatan daging yg membuat kita menjadi tawanan dosa.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk
1.. Mencintai Hukum Allah. Mencintai Hukum Allah dengan mempelajarinya dan menghidupinya dalam kehidupan kita.
2..Lalu bagaimana mencintai Hukum Allah? Saat ini bukanlah hal yang sulit lagi bagi kita untuk menjangkau firman Tuhan,karena telah tersedia dalam berbagai media, baik cetak maupun digital, hanya tinggal apakah kita memang mau untuk mendalaminya. kita juga didorong untuk mengenal Hukum Allah itu. Kalau kita tidak mengenalNya bagaimana pula kita mencintainya? Maka kita perlu untuk mendalaminya dan menghidupinya. Itulah tandanya kita mencintai Hukum Allah.
3. Kita ada dan hidup sampai saat ini, bukan karena kekuatan dan kemampuan kita. Tapi kita diingatkan juga bahwa kekuatan kita tidak akan mungkin sanggup untuk melakukannya, sebab tubuh kita ini masih tunduk kepada dosa. Karenanya kita harus bersandar kepada Yesus yang menjadi jawaban atas pergumulan kita akan keselamatan kita dari dosa. Allah telah mengaruniakan Roh Kudus untuk tinggal bersama dengan kita, karena itu mari kita meminta pertolongan dariNya dan bersandar padaNya agar kita dimampukan untuk mencintai dan melakukan Hukum Allah..
4. Terpujilah Allah. Akhirnya kita harus tetap memuji Tuhan, seperti yang dilakukan oleh Paulus karena kesadaran bahwa Yesuslah yang menjadi jawaban atas pergumulan kita itu. Kita tidak berdaya tanpa Yesus, karena itu sudah sepatutnya kita mengucap syukur kepadaNya atas karyaNya dalam hidup kita yang memberikan kelepasan kepada kita dan kelegaan akan pergumulan kita. Kiranya Ia senantiasa menyertai kita dalam menjalani hidup kita agar senantiasa menghidupi karya keselamatanNya dalam kehidupan kita..Ingatlah bahwa kita selamat karena kasih karunia Allah..
Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua.
Shalom!
