SMTPI Jemaat GPM Nehemia Rayakan Natal dan Syukur HUT ke -67
Natal dan Syukur HUT ke -67
NEHEMIA - Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI)
Jemaat GPM Nehemia merayakan kebaktian Natal sekaligus syukur HUT ke-67 di Gedung Baileo Oikumene, Kamis (21/12 )
Natal dan Syukur HUT yang dirayakan dengan sukacita itu
digelar dibawah sorotan tema Natal, Kami
datang untuk menyembah Yesus sang Raja dan Tema HUT, Tuhan menggendong semua
anak, Bersukacitalah .
Pdt. Ibu Sally Lawalata dalam khotbahnya mengatakan, Tema Natal "Yesus
menggendong anak-anak, bersukacitalah" memiliki pesan yang sangat mendalam,
terutama dalam konteks era saat ini.
Pertama, gambaran Yesus menggendong anak-anak mengingatkan
kita tentang kasih dan kepedulian-Nya yang tak terbatas terhadap generasi muda.
Ini adalah ajakan bagi kita semua untuk melindungi dan
mendukung anak-anak, yang merupakan masa depan umat manusia. Dalam era saat
ini, di mana banyak tantangan yang dihadapi oleh anak-anak, seperti pendidikan,
kesehatan, dan keamanan, pesan ini menjadi sangat relevan.
Kedua, kata "bersukacitalah" adalahajakan untuk
merayakan kehidupan, kasih sayang, dan harapan, meskipun di tengah kesulitan.
Ini adalah pesan positif yang sangat dibutuhkan di era saat ini, di mana banyak
orang merasa tertekan oleh berbagai masalah.
Jadi, pesan dari tema Natal ini adalah tentang kasih sayang,
perlindungan, dan kegembiraan - nilai-nilai yang harus kita pegang teguh dan
sebarkan, terutama dalam konteks dunia saat ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Nehemia, Pdt.
Welly Liklikwatil mengajak seluruh anak anak untuk belajar
dari sikap para majus yang mempersembahkan emas, kemenyaan dan mur saat
menyembah Yesus. Para Majus adalah orang pintar tetapi sederhana, mereka cerdas
tetapi rendah hati, mereka disiplin, taat dan tidak sombong. mereka memberikan
yang terbaik kepada Tuhan Yesus," ujar pendeta Rina.
Menurutnya, cara berjumpa dengan Tuhan Yesus dalam era
milenia adalah melalui doa, rajin ke gereja dan menghadiri ibadah SMTPI,
menghormati orang tua dan rajin tolong menolong dengan sesama manusia sebagai
makluk sosial.
Lanjutnya lagi, berjumpa dengan Tuhan Yesus adalah wujud
pengasuh, anak-anak dan orang tua untuk menghadirkan damai sejahtera, sukacita,
kebaikan dan kebahagiaan melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan.
“Sekalipun banyak tantangan namun marilah kita mendekatkan
diri untuk berjumpa dengan Tuhan. Kita akan menjadi anak-anak terang untuk
bercahaya menerangi kegelapan melalui perkataan dan perbuatan yang diinginkan
Tuhan Yesus. Kita harus mampu membawa cerita natal yang penuh kasih dan damai
kepada orang lain," Harap Mantan
Ketua MJ Jemaat Desa Hunuth
Ketua Komisi (Ongen Hattu) menyampaikan dalam sambutannya bahwa
harus Memaknai perayaan natal dan HUT SMTPI ke-67 tahun yang kita lakukan
disaat ini, dia ingin mengajak kita semua selaku para pengasuh untuk
benar-benar mau datang memberi diri kepada Tuhan melayani anak-anak asuh dengan
sepenuh hati. Karena Kami Datang Menyembah Kristus Sang Raja, menyembah Sang
Raja lewat pelayanan yang kita lakukan, sehingga anak-anak yang kita layani
akan meneladani kehidupan kita dan Kristus dimuliakan.
67 tahun pelayanan anak GPM terus bertumbuh dan api injilnya terus
menyala, biarlah di 67 tahun SMTPI akan terus menjadi wadah pelayanan Anak GPM
yang ramah terhadap anak dan menjadi wadah pertumbuhan iman serta spiritual
iman Kristen generasi masa depan GPM. Perjalanan pelayanan SMTPI ini ditopang
oleh banyak pihak yang paling pertama orang tua selaku support utama anak untuk
datang dan mengenal Kristus lewat SMTPI.
Selaku Ketua Tim kerja HUT, Natal, dan Bakudapa
anak emaja Jemaat GPM Nehemia (Charlie Pattinama) mengucapkan terima kasih
kepada Bapak Ibu para donator, Bapak Ibu orang tua yang telah membantu kami Tim
kerja, baik dalam bentuk materi maupun tenaga yang telah diberikan demi
terselenggaranya acara di malam ini, dan untuk kakak-kakak pengasuh yang luar
biasa, karena kerja keras kalianlah acara perayaan Natal di malam ini dapat
terlaksana. Tujuan kami merayakan HUT dan Natal SMTPI disaat ini adalah untuk
mengajak semua anak-anak Tuhan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut
kelahiran Sang Raja dengan Bersuka cita.
