Yeremia 9 : 23 - 26
Renungan Harian
Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yg Bapa anugrahkan bagi kami,
Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Yeremia 9 : 23 - 26, dilatarbelakangi dengan seruan agar umat Israel meratapi keadaan mereka yg sedang berada dalam penghukuman Allah..Namun meratap saja tidak menyelesaikan masalah..Israel akan binasa karena tidak mengenal Allah dan firmanNya..Oleh karena itu, mereka harus belajar mengenal Allah dengan benar..Mereka harus sadar bahwa kebanggaan terhadap diri sendiri adalah sia sia..Mereka dilarang bermegah karena kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan yg mereka miliki..Namun sebaliknya yg mereka perlukan adalah pengenalan akan Allah sebagai Tuhan yg menunjukan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi..Sebagai umat Allah, mereka juga harus mengikuti jejak Allah dan melakukan perbuatanNya, yakni kasih setia, keadilan dan kebenaran, karena inilah yg disukai Allah..Mereka diingatkan jika tidak melakukan apa yg disukai oleh Tuhan, maka pada waktunya nanti mereka akan dihukum, baik orang bersunat maupun orang yg berpotong tepi rambutnya berkeliling.
Minggu ini oleh LPJ GPM semua pembritaan firman Tuhan dibingkai dalam tema " Memahami Kehendak Tuhan".
Segala sesuatu yg terjadi dalam kehidupan kita, kita percaya bahwa hidup kita ada dalam rencana dan kehendak Tuhan..Karena itu kita hanya bisa katakan kepada Tuhan supaya Tuhan pakailah hidup kita seturut rencana dan kehendakNya.
Membuka lembaran baru di tahun ini, setiap orang berupaya merancang sejumlah rencana untuk diraih dalam kehidupan kedepan..Tujuan dari semuanya adalah untuk sebuah kebahagiaan..Namun apakah semua yg direncanakan itu bisa diraih?
Faktanya bisa berbanding terbalik..Ada kalimat bijak yang menyatakan bahwa dunia ini berputar seperti roda pedati, adakalanya di atas, terkadang juga berada di bawah. Itulah perjalanan hidup manusia! Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yg diharapkan..Antara harapan dan kenyataan tidak selalu selaras, dan ini sumber ketidakbahagiaan manusia karena hidup tidak sesuai yg diimpikan..Hidup manusia itu sepenuhnya di dalam kuasa dan kedaulatan Tuhan.
Jika pada hari ini kita sedang berada 'di atas', keadaan kita mungkin lebih baik, lebih sehat, lebih berkecukupan, lebih populer, atau lebih beruntung bila dibandingkan dengan orang lain di sekitar, tak sepatutnya kita jemawa atau berlaku congkak, apalagi sampai merendahkan orang lain. Ingatlah selalu bahwa semua yang ada di dunia ini tidaklah kekal alias sementara. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok! Firman Tuhan mengingatkan: "Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu." (Amsal 27:1). Orang lain yang hari ini kita pandang lebih 'rendah' dan kurang beruntung bisa saja di kemudian hari menjadi orang yang lebih berhasil, lebih kaya, lebih mujur, atau bahkan lebih terkenal. Tidak ada perkara yang mustahil! Bukankah masalah, sakit-penyakit, krisis, bahaya, musibah atau bencana bisa datang kapan saja dan tanpa pernah diduga sebelumnya? Fakta membuktikan ada orang yang dulunya kaya raya, jabatan yg tinggi, harus menghabiskan hari-harinya di balik jeruji besi; yang dulunya punya rumah besar, karena musibah atau bencana, rumahnya menjadi rata dengan tanah dalam sekejap; yang dulunya terkenal, dielu-elukan dan disanjung-sanjung, dalam seketika bisa menjadi orang yang dihujat dan tak dianggap oleh khalayak.
Dalam segala keadaan hendaklah kita selalu ingat kepada Tuhan, Sang Pemberi dan jangan pernah lalai, karena proses ujian dalam hidup seseorang bisa saja melalui kesuksesan atau kekayaan, dan juga kegagalan atau kekurangan. Karena itu bermegahlah karena Tuhan, bukan karena apa yang ada di dunia ini!
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua,
Shalom.
