Yohanes 13 : 31 - 33

Jacob Ferdinandus Renungan Harian 16 Februari 2024 659 kali Yohanes 13 : 31 - 33 Renungan Harian

Selamat pagi semuanya,

Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yang Bapa anugrahkan bagi kami,

Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Yohanes 13 : 31 - 33, bacaan firman Tuhan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pesan-pesan Yesus kepada para murid atau para pengikut-Nya sebelum Yesus pergi dari antara mereka. Yesus tahu, dan Yesus mengajak para murid untuk menyadarinya, bahwa tidak selamanya Yesus berada di dunia bersama dengan murid-murid, Dia harus pergi, dan mereka tidak bisa pergi saat ini ke tempat ke mana Dia pergi, namun kelak mereka pun menuju ke sana. Ke mana Yesus pergi sampai para murid pun tidak mungkin atau tidak bisa ikut saat itu? Tampaknya, Yesus berbicara tentang perjalanan berat yang akan ditempuh-Nya menuju kayu salib, via dolorosa (jalan salib), dan pada akhirnya menuju kemuliaan Allah.

Pada ayat-ayat sebelumnya dituliskan bahwa Yesus sudah mengetahui bahwa Yudas akan mengkhianati-Nya, dan pada ayat-ayat sesudahnya Yesus juga tahu bahwa murid-murid yang lain, terutama Simon Petrus, akan menyangkalNya.. Lalu, apakah Yesus menyesali semuanya itu, atau menghabiskan energi-Nya untuk menyalahkan mereka, atau mengkambinghitamkan orang-orang dan situasi yang sepertinya tidak berpihak kepada-Nya? Tidak bukan? Yesus meresponsnya dengan berbicara tentang pemuliaan yang akan datang.. Pemuliaan ini akan diwujudkan dalam kematian-Nya di kayu salib yang kemudian diikuti dengan kebangkitan-Nya. Yesus hendak mengatakan bahwa jalan salib yang harus ditempuh-Nya bukanlah akhir segala-galanya, sebab akan ada kebangkitan, dan melalui peristiwa-peristiwa ini Allah akan dimuliakan di dalam Kristus.

Lalu, apa yang mesti dilakukan oleh para murid, atau para pengikut Yesus karena tidak lama lagi Dia akan pergi menuju salib dan akhirnya menuju kepada kemuliaan-Nya? Nah, di sinilah Yesus hendak mempersiapkan mereka untuk menerima realitas itu dengan memberi perintah “saling mengasihi” . Yesus berbicara secara khusus kepada mereka yang telah bersama-sama dengan Dia selama pelayanan-Nya, dan meminta mereka untuk saling mengasihi, tentu dimulai dalam lingkaran mereka sendiri, lingkaran dalam para pengikut Yesus, kemudian lingkaran yang lebih besar melampaui kelompok mereka tersebut.

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya hidup sesuai kehendak Tuhan..Hidup baik, dan berkenan kepadaNya..Orang tua tidak tahu bahwa kehidupan kedepannya akan seperti apa, karena itu orang tua sllu memberikan pesan pesan atau nasihat nasihat yg baik kepada anak anaknya..

Itulah yg dilakukan Yesus kepada murid muridNya bahwa Yesus akan pergi menuju kemuliaanNya karena itu Yesus memberi nasihat kepad murid muridNya untuk saling mengasihi.

Tanpa kita sadari kita melihat bahwa dunia sskarang ini sedang mengejar "kemuliaan" bagi dirinya sendiri.Namun Yesus mengajarkan bahwa kemuliaan yg sesungguhnya hanya milik Tuhan..Disaat dunia cenderung mencari jalan pintas untuk mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, Yesus justru mengajarkan kepada kita  bahwa jalan yg harus ditempuh  untuk pemuliaan diriNya adalah jalan yg penuh dengan pengorbanan.

Disaat dunia saling menggigit dan menerkam, Yesus mengajarkan kita kasih yg penuh dengan pengorbanan..Yesus memerintahkan kita untuk saling mengasihi tanpa pamrih,mengasihi dengan tidak menyakiti sesama, mengasihi bahkan metika dikhianti sekalipun..Untuk apa? Ya, hanya untuk kemuliaan Tuhan saja. Dunia semakin mengenal kita sebagai pengikut Kristus dan memuliakan Allah karena kasih yg kita nyatakan di dunia ini..Maka, pertanyaan bagi kita semua, apakah kasih yg kita lakukan selama ini, dimotivasi dan dimaksudkan untuk kemuliaan Allah atau secara terselubung atau terang terangan untuk kemuliaan diri kita sendiri..Ingatlah, bukan apa yg kita pikirkan, tetapi apa yg kita lakukan..Bukan apa yg kita rumuskan, tetapi apa yg kita laksanakan..Bukan teori yg hebat, tetapi oleh praktek..Disitulah kita dilihat orang..Disitulah potret diri kita jelas terpampang, ketika kita tampilkan kasih itu, bukan untuk kemuliaan diri kita melainkan untuk kemuliaan Bapa di sorga.

Selamat beraktivitas, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua,

Shalom.