Yohanes 15 : 9 - 10

Dkn W Nussy Renungan Harian 01 Februari 2024 2182 kali Yohanes 15 : 9 - 10 Renungan Harian

Selamat pagi semuanya,

Terima kasih banyak Bapa untuk berkat nafas hidup dan hari baru yg Bapa anugrahkan bagi kami,

Bagian firman Tuhan hari ini (LPJ GPM) Yohanes 15 : 9 - 10, dilatarbelakangi dengan sebuah situsi dimana jemaat sedang diancam bahkan dianiaya karena iman mereka kepada Yesus.Pertikaian dipicu oleh masalah apakah Yesus adalah Mesias?..Tetapi kemudian bacaan Yohanes 15 menjelaskan bahwa Yesus benar benar adalah Mesias.Pada awal bacaan ini,Yesus ditampilkan sebagai pokok anggur yg benar..Dengan keilahian Yesus, Ia datang keduania untuk membawa keselamatan.Yesus kemudian menekankan ttg hidup saling mengasihi seperti terbaca dalam bacaan firman hari ini.

Saling mengasihi mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan dalam praktek kehidupan sehari hari..Oleh sebab itu Tuhan Yesus meminta kita untuk saling mengasihi, karena Yesus lebih dulu mengasihi kita.

Hari ini kita tiba di bulan yg baru..Semuanya hanya karena anugrah Tuhah sajalah kita bisa menikmati hidup sampai saat ini..Dan anugrah itu adalah bukti konkrit dari kasih Tuhan yg terlebih dulu telah mengasihi kita..Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian Aku telah mengasihi kamu (ayat 9), inilah dasarnya kita bersyukur..Atas dasar itu pula kita diminta untuk saling mengasihi..Jadi kasih Tuhan itu harus tinggal di dalam hidup beriman kita, harus terus terpelihara..Itu gambaran dari wujud ketaatan kita akan perintahNya.

Firman Tuhan memberikan kita pemahaman bahwa  ada 2 hal yang berkaitan satu dengan yang lain yaitu kasih dan ketaatan. Kasih berbicara tentang bagaimana kasih Bapa turun pada Kristus, kasih Kristus kepada umatNya, umat kepada Kristus dan kasih Kritus kepada Bapa. Ketaatan berarti memegang dan melakukan perintah Tuhan. Jika kita taat, kita akan tinggal di dalam kasihNya, sama seperti Kristus taat kepada Bapa dan hidup di dalam kasih Bapa.

Kasih yang sejati bersumber dari Allah karena kasihNya bukan sekedar emosi, tetapi suatu pribadi: Allah adalah kasih. Tertulis demikian “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8). Kasih sejati bukan sekedar sifat atau emosi tertentu dari Allah, tetapi justru kasih itu adalah eksistensi diri Allah sendiri yang dinyatakan secara total dan dibuktikan melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, mati untuk kita. Karena kasihNya akan dunia ini, Allah memberikan puteraNya; karena kasih, Yesus taat kepada Bapa. Maka marilah kita taat kepada Yesus yang telah mengasihi dan rela mati bagi kita.  Bukti bahwa kita mengasihi Tuhan yaitu kita melakukan perintahNya, dan ketika kita taat maka kita tinggal di dalam kasihNya.

Jika terhadap orang dunia saja kita taat dan tunduk terhadap perintah, bukankah seharusnya lebih lagi kepada Tuhan yang sudah rela mati bagi kita? Namun mengapa ini sulit dan kita tidak mau taat?

Menjadi pelaku firman dan tidak berbuat dosa lagi adalah bukti bahwa kita mengasihi Tuhan.Oleh sebab itu, Tuhan mendidik dan mengajar kita supaya saling mengasihi tapi terutama mengasihiNya..Mengasihi adalah suatu perintah..Hendaklah kita melakukan segala perintahNya..Supaya kita tinggal di dalam Yesus dan Yesus tinggal di dalam kita.

Selamat beraktivitas di bulan yg baru, Tuhan Yesus selalu berkati bapa dan ibu serta basudara semua,

Shalom.